Breaking News
Loading...

Recent Post

Selasa, 28 Juli 2020
no image

Menikmati Menu Khas Bali di Waroeng Goela Manies oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Menikmati Menu Khas Bali di Waroeng Goela Manies oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

  • Serombotan, sayur mayur yang disiram dengan bumbu kacang khas Bali
  • Es tape yang segar
  • Suasana tradisional tempo dulu di dalam Waroeng Goela Manies
  • Fasad Waroeng Goela Manies yang unik.
  • Rujak kuah pindang, rujak khas Bali.
  • Singkong salju, singkongnya terasa lembut enak berpadu dengan santan yang gurih.

Teman traveler, bila berkunjung ke Bali tidak lengkap rasanya bila tidak mencoba kulinernya. Waroeng Goela Manies adalah tempat makan yang wajib kalian coba selagi liburan di Bali. Warung ini berada di tengah kota Denpasar, yaitu di Jl. Dewi Madri II no. 3A, Sumerta Kelod. Tempatnya unik bergaya tradisional seperti tempo dulu, bersih dan nyaman untuk nongkrong bersama teman-teman. Peralatan makan yang dipakai untuk menyajikan makanan dan minuman juga jadul.

Warung ini menyajikan menu khas Bali dengan berbagai pilihan. Ada nasi lawar ayam/sapi, serombotan, plecing, tipat cantok dan berbagai menu rujak khas Bali seperti rujak kuah pindang. Menu minuman juga banyak pilihan seperti es campur, es tape, es daluman. Selain itu juga tersedia camilan seperti bubuh injin, jajan bali dan singkong salju. Makanannya enak-enak dan harganya terjangkau ramah di kantong. Jadi kalau lagi liburan di Bali tidak ada salahnya untuk mencoba menu khas Bali di warung ini.

Itulah tadi informasi dari situs slot online mengenai Menikmati Menu Khas Bali di Waroeng Goela Manies oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Senin, 27 Juli 2020
no image

Liburan 3 Hari 2 Malam ke Malang dari Yogyakarta Ala Mahasiswa oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Liburan 3 Hari 2 Malam ke Malang dari Yogyakarta Ala Mahasiswa oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Malang menjadi destinasi saya dan salah satu teman saya untuk mengisi liburan semester. Rencananya kami ingin berwisata kuliner dan mengelilingi Kota Malang. Kemudian kami lanjutkan berangkat ke Banyuwangi untuk mengunjungi Kawah Ijen. Semua yang kita rencanakan ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Saat kami tiba di Malang ada informasi bahwa telah terjadi gempa bumi kecil di Banyuwangi. Demi keamanan kami membatalkan rencana untuk mengunjungi Banyuwangi saat itu. Rencana ke Kawah Ijen akhirnya kami ganti dengan mengunjungi Gunung Bromo.

Berangkat dari Yogyakarta

Kami berangkat ke Malang dari Yogyakarta menggunakan kereta api Malioboro express yang hanya berangkat dari Stasiun Tugu. Kereta ini berangkat pada malam hari sehingga akan tiba di Stasiun Malang pada pagi hari. Perjalanan menuju Malang dengan kereta ini cukup nyaman. Kami habiskan waktu malam hari di kereta untuk tidur sehingga ketika bangun sudah berada di Malang.

Stasiun Malang
Stasiun Malang

Hari ke-1 di Malang

Sesampainya di Stasiun Malang, kami langsung menunaikan salat Subuh dan bersih-bersih diri di kamar mandi stasiun. Destinasi wisata pertama yang kami kunjungi adalah Kampung Warna-Warni Jodipan. Lokasi kampung ini sangat dekat dengan stasiun tempat kami turun. Hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 sampai 10 menit kami sudah sampai di perkampungan yang berwarna-warni ini. Sembari menikmati matahari pagi dan bersantai di Kampung Warna-Warni, saya mencari informasi penginapan terdekat melalui aplikasi travel. Setelah puas menikmati Kampung Warna-Warni, kami langsung memesan ojek online untuk menuju penginapan.

Kami memulai wisata kuliner pertama di Kota Malang saat makan siang. Tempat kuliner yang kami pilih adalah Bakso Kota Cak Man. Di tempat ini bebas untuk memilih sendiri jenis varian isi yang kemudian akan disiram dengan kuah bakso. Varian isi tersebut seperti bakso kecil, kikil, bakwan goreng dan masih banyak lagi. Selesai makan kami kembali ke penginapan untuk mandi.

Menunggu sore hari saya mencari informasi mengenai jasa open trip ke Bromo di Instagram. Malam harinya kami berencana untuk berwisata kuliner kembali. Burger Buto sesuai namanya kuliner ini menyajikan aneka roti yang berukuran besar tetapi dengan harga yang sangat murah. Sayangnya menu burger yang kami inginkan habis karena datang terlalu malam. Akhirnya kami memesan menu lain yang tentunya berukuran jumbo. Jika tidak habis makanan dapat dibungkus kembali untuk dibawa pulang seperti kami, hehehe.

Wahana Labirin Coban Rondo
Wahana Labirin Coban Rondo

Hari ke-2 di Malang

Kami memulai perjalanan di hari kedua sekitar tengah malam. Tujuan utama di hari kedua tentunya adalah Gunung Bromo. Kami dijemput langsung di penginapan menggunakan mobil untuk menuju ke base camp jeep. Transportasi yang digunakan untuk menuju Gunung Bromo adalah jeep ini. Sesampainya di Bromo kami langsung menuju gardu pandang tempat menikmati indahnya matahari terbit. Sambil menunggu matahari terbit, kami menghangatkan diri dengan membeli kopi.

Dinginnya Bromo tidak membuat kami menyesal. Saat matahari terbit dingin berganti dengan hangat. Perlahan-lahan Gunung Bromo dan Semeru mulai terlihat dengan megahnya. Destinasi selanjutnya setelah menikmati matahari terbit adalah mencari spot foto. Spot foto di Bromo yaitu Penanjakan 1 (view point), Pura Luhur Kawah Bromo, Pasir Berbisik, Watu Gede dan Bukit Teletubbies. Open trip ini berakhir di siang hari dengan diantarkannya kami kembali ke penginapan.

Selesai mandi dan bersih diri kami memutuskan untuk eksplorasi Kota Batu. Destinasi wisata yang kami pilih di Batu adalah Coban Rondo. Kami berangkat ke Batu menggunakan sepeda motor yang sudah kami sewa dari pemilik penginapan. Kawasan Coban Rondo tidak hanya menyuguhkan air terjun saja tetapi juga wahana lain. Wahana tersebut seperti labirin, panahan dan menembak. Kami sampai di Coban Rondo sekitar pukul 4 sore sehingga banyak wahana yang sudah tutup. Wahana yang masih bisa dikunjungi saat itu yaitu wahana labirin, taman dan tentunya air terjunnya. Kawasan Coban Rondo cukup luas sehingga dapat dikelilingi menggunakan kendaraan pribadi. Sepulang dari Coban Rondo kami mampir di Alun-Alun Batu yang selalu ramai tiap malamnya.

Kampung Warna-Warni Jodipan
Kampung Warna-Warni Jodipan

Hari ke-3 di Malang

Liburan kami di Malang berakhir di hari ketiga. Selesai sarapan kami mulai beres-beres untuk check-out. Tiket kereta untuk pulang baru kami pesan saat kami di Malang. Alhasil kami kehabisan tiket untuk ke Yogyakarta dari Malang. Jika masih adapun harganya mahal. Maka kami memutuskan untuk membeli tiket lokal ke Surabaya terlebih dahulu. Yang kemudian kami lanjutkan ke Yogyakarta dengan harga yang lebih murah tentunya.

Destinasi Wisata di Malang yang Dikunjungi

â€" Kampung Warna-Warni Jodipan = Rp 3.000,00

â€" Kuliner Bakso Kota Cak Man  = +Rp 20.000,00

â€" Kuliner Burger Buto = +Rp 14.000,00

â€" Open Trip Bromo = Rp 250.000,00

â€" Sewa motor = Rp 60.000,00

â€" Penginapan (2 hari)  = Rp 80.000,00

â€" Coban Rondo = Rp 30.000,00

â€" Alun-Alun Kota Batu = Gratis

â€" Tiket kereta = +Rp 300.000,00 pulang pergi

Itulah tadi informasi dari daftar judi online mengenai Liburan 3 Hari 2 Malam ke Malang dari Yogyakarta Ala Mahasiswa oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 26 Juli 2020
no image

Berwisata Keluarga di Kebun Teh, Kemuning oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Berwisata Keluarga di Kebun Teh, Kemuning oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang menyimpan segudang tempat wisata. Mulai dari air terjun sampai gunung yang memiliki panorama nyentrik. Selain terkenal dengan wisata air terjun, Karanganyar juga memiliki keindahan pemandangan kebun teh buatan. Pada awalnya hanya dipergunakan untuk mata pencaharian masyarakat setempat, namun lambat laun tempat ini dijadikan sebagai tempat wisata. Sehingga terbukanya lapangan pekerjaan yang memadai, selain menjadi petani.

Kebun Teh Kemuning merupakan salah satu destinasi yang menyuguhkan panorama alam yang apik. Dikombinasi dengan pegunungan dan tersebarnya kebun teh, membuat para pengunjung tertarik mengunjungi tempat ini. Kebun Teh Kemuning yang letaknya di bawah Gunung Lawu yang menjadi agrowisata. Karena lokasinya di bawah gunung, jadi suhu di kebun ini cukup dingin berkisar 20-21 derajat celcius. Ketika belum terbiasa dengan suhu di sini, alangkah baiknya kenakan jaket atau syal agar tidak kedinginan ketika berkunjung.

Di kawasan Kebun Teh Kemuning ini, terdapat beberapa titik lokasi yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Salah satunya ialah Kali Pucung. Di titik lokasi ini beragam wahana disajikan untuk para pengunjung. Dan fasilitas yang memadai pula.

Stand makanan berjejeran di pinggir kebun teh
Stand makanan berjejeran di pinggir kebun teh

Untuk tiket masuk menuju kebun teh, para pengunjung tidak dikenakan biaya sepeser pun. Hanya membayar biaya parkir saja. Namun, jika ingin menikmati wahana seperti arung jeram, para pengunjung dikenakan tarif berbeda. Destinasi ini buka setiap hari mulai pukul jam 6 pagi sampai 6 sore. Jadi, sangat cocok untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di akhir pekan.

Kegiatan yang Cocok Untuk Dilakukan

Beberapa aktivitas yang cocok untuk dilakukan di beberapa titik kebun teh antara lain, outbound. Para pengunjung tidak hanya sekedar menikmati keindahan panorama, namun dapat melakukan kegiatan outdoor seperti flying fox, menaiki Atv, sampai paralayang. Kegiatan menantang seperti ini sangat cocok bagi penggemar olahraga. Untuk tarif yang dikenakan beragam, untuk bermain Atv dan flying fox para pengunjung cukup mengeluarkan biaya sebesar 10.000-20.000 rupiah saja per orang. Namun, untuk kegiatan paralayang sebesar 350.000 rupiah per orang. Untuk para pengunjung yang berniat untuk mencoba olahraga paralayang sangat cocok berkunjung di Kebun Teh Kemuning.

Kegiatan lain yakni bersepeda. Untuk para penggiat sepeda atau gowes dengan medan yang cukup menantang bisa dicoba di sini. Dan medan yang paling populer untuk pesepeda yaitu trek menuju Dusun Sumbersari. Sebenarnya ada dua jalan yang dapat ditempuh yaitu menyusuri Dusun Sumbersari ke arah barat dengan medan yang cukup landai dan ke arah timur dengan medan jalan yang cukup terjal dan jalan yang naik menuju ke arah Padepokan Segara Gunung. Jika ingin melakukan aktivitas bersepeda, perlu dipersiapkan fisik maupun logistik yang mumpuni. Agar tetap mawas diri ketika terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi.

Kali Pucung salah satu titik destinasi di kebun Teh Kemuning
Kali Pucung salah satu titik destinasi di kebun Teh Kemuning

Selain kegiatan di atas, aktivitas yang lain ialah bersantai. Bersantai menikmati hamparan kebun teh sembari minum secangkir teh khas Gunung Lawu dan makan camilan menjadi rasa nikmat tersendiri. Beberapa varian teh juga ditawarkan di kedai, seperti halnya mint, green, sampai fruit tea. Untuk harga teh sendiri mulai dari 8.000 rupiah, namun berbeda dengan memesan satu tea pot yang harganya berkisar 30.000 rupiah per poci, dapat diminum secara rame-rame.

Untuk fasilitas yang disediakan terbilang cukup lengkap. Mulai dari area parkir yang luas, toilet, musala, warung makan, sampai penginapan tersedia di sini. Dan pula hamparan kebun teh yang indah membuat betah para pengunjung bermain. Tersedia pula kolam pemancingan dan kolam renang bagi anak-anak. Kebun Teh Kemuning sangat cocok untuk dijadikan tempat berlibur di akhir pekan bersama keluarga.

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Berwisata Keluarga di Kebun Teh, Kemuning oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Jumat, 24 Juli 2020
no image

Liburan 3 Hari 2 Malam ke Malang dari Yogyakarta Ala Mahasiswa oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Liburan 3 Hari 2 Malam ke Malang dari Yogyakarta Ala Mahasiswa oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Malang menjadi destinasi saya dan salah satu teman saya untuk mengisi liburan semester. Rencananya kami ingin berwisata kuliner dan mengelilingi Kota Malang. Kemudian kami lanjutkan berangkat ke Banyuwangi untuk mengunjungi Kawah Ijen. Semua yang kita rencanakan ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Saat kami tiba di Malang ada informasi bahwa telah terjadi gempa bumi kecil di Banyuwangi. Demi keamanan kami membatalkan rencana untuk mengunjungi Banyuwangi saat itu. Rencana ke Kawah Ijen akhirnya kami ganti dengan mengunjungi Gunung Bromo.

Berangkat dari Yogyakarta

Kami berangkat ke Malang dari Yogyakarta menggunakan kereta api Malioboro express yang hanya berangkat dari Stasiun Tugu. Kereta ini berangkat pada malam hari sehingga akan tiba di Stasiun Malang pada pagi hari. Perjalanan menuju Malang dengan kereta ini cukup nyaman. Kami habiskan waktu malam hari di kereta untuk tidur sehingga ketika bangun sudah berada di Malang.

Stasiun Malang
Stasiun Malang

Hari ke-1 di Malang

Sesampainya di Stasiun Malang, kami langsung menunaikan salat Subuh dan bersih-bersih diri di kamar mandi stasiun. Destinasi wisata pertama yang kami kunjungi adalah Kampung Warna-Warni Jodipan. Lokasi kampung ini sangat dekat dengan stasiun tempat kami turun. Hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 sampai 10 menit kami sudah sampai di perkampungan yang berwarna-warni ini. Sembari menikmati matahari pagi dan bersantai di Kampung Warna-Warni, saya mencari informasi penginapan terdekat melalui aplikasi travel. Setelah puas menikmati Kampung Warna-Warni, kami langsung memesan ojek online untuk menuju penginapan.

Kami memulai wisata kuliner pertama di Kota Malang saat makan siang. Tempat kuliner yang kami pilih adalah Bakso Kota Cak Man. Di tempat ini bebas untuk memilih sendiri jenis varian isi yang kemudian akan disiram dengan kuah bakso. Varian isi tersebut seperti bakso kecil, kikil, bakwan goreng dan masih banyak lagi. Selesai makan kami kembali ke penginapan untuk mandi.

Menunggu sore hari saya mencari informasi mengenai jasa open trip ke Bromo di Instagram. Malam harinya kami berencana untuk berwisata kuliner kembali. Burger Buto sesuai namanya kuliner ini menyajikan aneka roti yang berukuran besar tetapi dengan harga yang sangat murah. Sayangnya menu burger yang kami inginkan habis karena datang terlalu malam. Akhirnya kami memesan menu lain yang tentunya berukuran jumbo. Jika tidak habis makanan dapat dibungkus kembali untuk dibawa pulang seperti kami, hehehe.

Wahana Labirin Coban Rondo
Wahana Labirin Coban Rondo

Hari ke-2 di Malang

Kami memulai perjalanan di hari kedua sekitar tengah malam. Tujuan utama di hari kedua tentunya adalah Gunung Bromo. Kami dijemput langsung di penginapan menggunakan mobil untuk menuju ke base camp jeep. Transportasi yang digunakan untuk menuju Gunung Bromo adalah jeep ini. Sesampainya di Bromo kami langsung menuju gardu pandang tempat menikmati indahnya matahari terbit. Sambil menunggu matahari terbit, kami menghangatkan diri dengan membeli kopi.

Dinginnya Bromo tidak membuat kami menyesal. Saat matahari terbit dingin berganti dengan hangat. Perlahan-lahan Gunung Bromo dan Semeru mulai terlihat dengan megahnya. Destinasi selanjutnya setelah menikmati matahari terbit adalah mencari spot foto. Spot foto di Bromo yaitu Penanjakan 1 (view point), Pura Luhur Kawah Bromo, Pasir Berbisik, Watu Gede dan Bukit Teletubbies. Open trip ini berakhir di siang hari dengan diantarkannya kami kembali ke penginapan.

Selesai mandi dan bersih diri kami memutuskan untuk eksplorasi Kota Batu. Destinasi wisata yang kami pilih di Batu adalah Coban Rondo. Kami berangkat ke Batu menggunakan sepeda motor yang sudah kami sewa dari pemilik penginapan. Kawasan Coban Rondo tidak hanya menyuguhkan air terjun saja tetapi juga wahana lain. Wahana tersebut seperti labirin, panahan dan menembak. Kami sampai di Coban Rondo sekitar pukul 4 sore sehingga banyak wahana yang sudah tutup. Wahana yang masih bisa dikunjungi saat itu yaitu wahana labirin, taman dan tentunya air terjunnya. Kawasan Coban Rondo cukup luas sehingga dapat dikelilingi menggunakan kendaraan pribadi. Sepulang dari Coban Rondo kami mampir di Alun-Alun Batu yang selalu ramai tiap malamnya.

Kampung Warna-Warni Jodipan
Kampung Warna-Warni Jodipan

Hari ke-3 di Malang

Liburan kami di Malang berakhir di hari ketiga. Selesai sarapan kami mulai beres-beres untuk check-out. Tiket kereta untuk pulang baru kami pesan saat kami di Malang. Alhasil kami kehabisan tiket untuk ke Yogyakarta dari Malang. Jika masih adapun harganya mahal. Maka kami memutuskan untuk membeli tiket lokal ke Surabaya terlebih dahulu. Yang kemudian kami lanjutkan ke Yogyakarta dengan harga yang lebih murah tentunya.

Destinasi Wisata di Malang yang Dikunjungi

â€" Kampung Warna-Warni Jodipan = Rp 3.000,00

â€" Kuliner Bakso Kota Cak Man  = +Rp 20.000,00

â€" Kuliner Burger Buto = +Rp 14.000,00

â€" Open Trip Bromo = Rp 250.000,00

â€" Sewa motor = Rp 60.000,00

â€" Penginapan (2 hari)  = Rp 80.000,00

â€" Coban Rondo = Rp 30.000,00

â€" Alun-Alun Kota Batu = Gratis

â€" Tiket kereta = +Rp 300.000,00 pulang pergi

Itulah tadi informasi dari agen judi poker mengenai Liburan 3 Hari 2 Malam ke Malang dari Yogyakarta Ala Mahasiswa oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 19 Juli 2020
no image

Berkunjung ke Pasar Wisata Cheng Hoo oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Berkunjung ke Pasar Wisata Cheng Hoo oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

  • Beberapa oleh-oleh yang bisa dibeli wisatawan
  • Selain menjual aneka oleh-oleh, disini pengunjung juga bisa memanjakan perutnya
  • Tulisan Pasar Wisata Cheng Hoo di dekat tempat parkir
  • Pasar Wisata Cheng Hoo
  • Aktivitas wisatawan dan penjual di Pasar Wisata Cheng Hoo
  • Tempat parkir Pasar Wisata Cheng Hoo

Pasar Wisata Cheng Hoo berlokasi di Jalan Raya Surabaya â€" Malang No. 18, Petung Sari, Petungasri, Pandaan, Pasuruan. Pasar ini bersebelahan dengan Masjid Muhammad Cheng Hoo dan berseberangan dengan Terminal Pandaan. Biasanya para wisatawan yang hendak maupun sudah selesai berkunjung ke Masjid Muhammad Cheng Hoo akan mampir ke pasar ini untuk sekedar membeli oleh-oleh maupun mengisi perut.

Letak pasar yang stategis dan dilengkapi dengan fasilitas tempat parkir yang luas membuat pasar ini selalu ramai pengunjung. Sebelum adanya wabah COVID-19, pasar ini hampir tidak pernah sepi pengunjung. Kebanyakan pengunjung berasal dari luar kota. Selain tempat parkir, pasar ini juga memiliki toilet. Di pasar ini, pengunjung bisa membeli oleh-oleh baik berupa kaos, souvenir, buah-buahan, makanan ringan, dan lain sebagainya. Pengunjung juga bisa berwisata kuliner disini. Pasar ini bisa ditempuh sekitar satu jam dari Malang maupun dari Surabaya.

Itulah tadi informasi dari poker online mengenai Berkunjung ke Pasar Wisata Cheng Hoo oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Kamis, 16 Juli 2020
no image

Mendaki Gunung Sepikul, Sukoharjo oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mendaki Gunung Sepikul, Sukoharjo oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kegiatan mendaki gunung semakin digeluti oleh pecinta alam, khususnya generasi millennial sekarang. Tetapi, sebelum menjajaki gunung yang memiliki ketinggian di atas standar seperti halnya Gunung Merapi sampai Gunung Semeru, alangkah baiknya bagi pendaki pemula perlu latihan atau training di gunung yang memiliki ketinggian di bawah rata-rata. Seperti halnya Gunung Sepikul yang berada di Kabupaten Sukoharjo ini.

Gunung ini terdiri dari batuan-batuan terjal yang ditumbuhi berbagai macam tumbuhan. Julukan bagi Gunung Sepikul ialah gunung seribu batu. Karena, masyarakat sekitar percaya bahwasanya gunung ini memiliki cerita erat dengan sejarah Bandung Bondowoso.

Gunung Sepikul memiliki ketinggian berkisar 350 meter di atas permukaan laut, dan dapat menjadi arena pemanasan bagi pendaki pemula. Gunung yang tidak seperti dengan gunung lainnya ini terletak di Gunung Lor, Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sukoharjo dan tak jauh dari pusat Kota Sukoharjo. Hanya memerlukan waktu sekitar 30-35 menit untuk sampai ke destinasi ini.

Puncak Gunung Sepikul Sehat
Puncak Gunung Sepikul Sehat

Fasilitas

Gunung Sepikul merupakan salah satu destinasi yang terletak di Kabupaten Sukoharjo. Dengan tempat yang asri dan juga terawat, fasilitas yang disediakan cukup lengkap, mulai dari area parkir yang cukup luas. Akan tetapi, area parkir hanya cukup untuk kendaraan roda dua saja, untuk akses travel maupun bus tidak dapat masuk karena jalan yang sempit dan berada di tengah pedesaan. Selain area parkir, juga tersedia warung makan, toilet, dan musala. Buat kamu yang hobi berfoto, ada spot foto yang menarik dari atas puncak Gunung Sepikul ini.

Para pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 2.000 saja untuk biaya parkir. Dan untuk masuk menuju puncak para pengunjung dikenakan biaya sukarela atau seikhlasnya saja. Dengan mengeluarkan dana sukarela tersebut, para pengunjung dapat menikmati fasilitas yang telah disediakan.  

Spot foto menghadap ke Gunung Gajah Mungkur
Spot foto menghadap ke Gunung Gajah Mungkur

Tips Mendaki Gunung Sepikul

Beberapa pengunjung berhasil menapaki puncak Gunung Sepikul. Bahkan anak-anak maupun lansia bisa mencapai puncak gunung ini. Dikarenakan dengan kemiringan 40-60 derajat, pendakian Gunung Sepikul tidak sesulit yang dibayangkan. Medan yang masih bersahabat dan terbilang tidak terjal juga tersedia anak tangga yang tersusun rapi membuat para pengunjung dapat menapaki puncak. Ada beberapa tips bagi para pengunjung jika ingin mendaki gunung ini di antaranya ialah waktu datang. Waktu yang paling tepat ialah di pagi hari sekitar pukul 05.00 sampai 08.00 WIB. Karena di waktu tersebut kita dapat menikmati terbitnya sang fajar dari ufuk timur. Berjemur di puncak menjadikan badan hangat dan tak terasa lelah jika mendaki di pagi hari.

Selain waktu datang, juga perhatikan pula musim. Lebih baik datang saat musim kemarau karena medan menuju puncak tidak begitu licin dan dapat membahayakan bagi kaki. Datang pada waktu yang tepat membuat perjalanan begitu nyaman. Gunakan pula sepatu atau sandal gunung ketika ingin mendaki puncak gunung ini. Walaupun ketinggiannya berkisar 350 meter di atas permukaan laut, juga perlu dipersiapkan peralatan yang memadai pula. Medan perjalanan menuju puncak tidak terlalu sulit untuk dijamah, namun perlu memperhatikan jalanan sekitar karena dipenuhi bebatuan yang keras dan tajam.

Menikmati sunrise dari atas puncak Gunung Sepikul
Menikmati sunrise dari atas puncak Gunung Sepikul

Para pengunjung dapat pula membawa bekal atau logistik secukupnya untuk dibawa ke puncak. Dan juga perlu diperhatikan selalu menjaga kebersihan agar alam selalu terjaga dan terawat melalui kesadaran pribadi. Perlu diperhatikan juga rasa hati-hati. Karena di atas puncak tidak terdapat portal pembatas dan langsung jurang. Oleh karena itu, jika membawa anak di bawah umur alangah baiknya perlu pantauan orang tua dan harus diperhatikan.

Itulah tadi informasi mengenai Mendaki Gunung Sepikul, Sukoharjo oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Rabu, 15 Juli 2020
no image

Laksa, Kuliner Legenda di Surya Kencana oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Laksa, Kuliner Legenda di Surya Kencana oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Surga kuliner di daerah Bogor adalah Jalan Surya Kencana jawabannya. Salah satu kawasan pecinan yang sangat terkenal karena keberagaman kulinernya. Street food yang selalu diincar para pecinta kuliner adalah Surya Kencana atau sering kali disebut Surken. Tempat ini berada di pusat Kota Bogor bersebrangan dengan Kebun Raya Bogor sehingga sangat strategis. Jika kalian berkunjung ke sini di sepanjang jalan kalian akan terkesima dengan beragam kuliner yang sangat jarang kalian temui. Dimulai dari makanan kekikinian hingga makanan tempo doloe yang sangat sulit ditemui di tempat biasa. Makanan yang ada pun terdiri dari bermacam-macam tradisi dan budaya. Dimulai dengan makanan khas Sunda, Tiongkok hingga Melayu.

Salah satu makanan yang menarik perhatian adalah laksa. Makanan ini adalah makanan khas tradisional yang memadukan budaya Melayu dan Tiongkok. Kata laksa berasal dari bahasa sansekerta yang berarti “banyak”. Kata laksa (banyak) ini merujuk pada bumbu yang banyak dan beragam yang digunakan dalam makanan ini sehingga menciptakan cita rasa yang khas dan kaya akan rempah. Kalau sudah pernah mencobanya bumbunya itu ngangenin. Bikin ketagihan untuk setiap suapannya.

Melihat cara mengolah laksa secara langsung
Melihat cara mengolah laksa secara langsung

Hidangan ini dominan dengan kuah santan kental dan bumbu rempah yang beragam. Laksa ini terdiri dari lontong, mie atau bihun, tauge, tahu, telur serta kuah santan yang resepnya turun temurun sejak dulu. Menurut pemilik rumah makan sebenarnya jenis laksa memang beragam. Variasi isinya merupakan ciri khas dari masing-masing daerah tetapi kuncinya tetap ada pada kuah santan dengan banyak rempah. Rasa kuah santannya memang identik dengan kaya rempah namun rasanya sangat lembut dan cocok dengan perpaduan dari isinya. Pemilik rumah makan ini pun memperlihatkan kepada pengunjung bagaimana mengolah laksa sehingga menjadi tontonan yang menarik. Ini merupakan pengalaman pertama melihat bagaimana mengolah kuliner ini dengan beragam bumbu rempah khas seperti kemiri, ebi dan bumbu rahasia lainnya.

Pertama kali, para saudagar Tionghoa mengunjungi dan berdagang dengan penduduk setempat di kepulauan Melayu pada awal abad ke-15. Mereka mulai jatuh cinta dengan penduduk setempat. Perkawinan antara orang Tionghoa dan penduduk setempat di wilayah Asia Tenggara menciptakan komunitas yang unik dan beragam. Di Malaysia, keturunan pedagang ini disebut peranakan. Sementara di Indonesia, mereka disebut Kiau-Seng. Kemudian para istri dari para pedagang ini mulai menambahkan bumbu mereka sendiri ke dalam sup tradisional Tiongkok, lalu melahirkan laksa yang sangat digemari hingga saat ini. Jadi, laksa yang kita konsumsi merupakan sup tradisional Tiongkok yang kemudian banyak ditambahkan bumbu rempah khas Melayu termasuk pula Indonesia. Di Indonesia pun laksa banyak melahirkan variasi baru tergantung pada wilayahnya berada.

Street food Surya Kencana
Street food Surya Kencana

Kawasan Pecinan Surya Kencana memiliki beragam laksa yang khas. Ada yang dominan dengan mie seperti laksa pada umumnya. Adapula yang memiliki isi lontong dan bihun. Menurut pemiliknya laksa ini merupakan laksa yang disesuaikan dengan pengunjung Surya Kencana yang dominan orang Sunda yang sangat suka dengan perpaduan lontong dan bihun seperti ketoprak dan masakan Sunda lainnya. Akan tetapi kuahnya tetap menggunakan bumbu rempah khas yang sudah digunakan sejak dulu. Dari aroma dan rasa yang menggiurkan lidah namun penampilan yang sederhana sangat menggugah selera makan dan merupakan salah satu makan terlezat yang ada di street food Surya Kencana.

Laksa di kawasan Surya Kencana tidak begitu merogoh kantong yang cukup banyak. Kisaran harganya tidak mahal sekitar Rp 20.000, dengan harga itu para pengunjung bisa menikmati makanan khas yang sangat melegenda.

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Laksa, Kuliner Legenda di Surya Kencana oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Jumat, 10 Juli 2020
no image

Kue Moho, Kue “Jadul” Khas Solo yang Penuh Makna oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kue Moho, Kue “Jadul” Khas Solo yang Penuh Makna oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Solo sebagai kota budaya nampaknya tak lagi diragukan di mata wisatawan. Selain atmosfir kotanya yang dipenuhi nuansa tradisional, kuliner zaman dulu masih bisa kita temukan di kota batik ini.

Itu sebabnya, berkunjung ke Solo nampaknya tak lengkap tanpa mencicipi kuliner lokalnya yang beragam dan menggoda lidah, salah satunya adalah kue moho. 

Kue khas Tionghoa ini bisa dibilang simbol kerukunan antar etnis Jawa dan Tionghoa di Kota Solo karena teknik pembuatannya memadukan budaya Indonesia dan Tiongkok. Selain itu, kue ini juga memiliki filosofi mendalam, loh.

Tekstur kue moho yang padat dan bentuk seperti bolu kukus
Tekstur kue moho yang padat dan bentuk seperti bolu kukus

Sejarah Kue Molo

Kue moho terdengar asing di telinga masyarakat, khsusunya generasi millennial. Pembuat kue ini pun hanya hitungan jari sehingga sulit didapatkan. Meski begitu, kue khas Tionghoa ini sudah ada sejak puluhan tahun silam, loh.

Dalam bahasa Mandarin, kue ini terkenal dengan sebuat Hwat Kwee yang memiliki arti mereka. Secara umum, kue ini mengandung makna rezeki yang melimpah. Makna tersebut tergambar di bagian puncak kue yang memiliki bentuk merekah di bagian puncaknya. 

Meski eksistensinya kian redup, kue moho ini memiliki memori tersendiri bagi para penikmatnya, khususnya kaum Tionghoa.

Kue ini biasanya disajikan untuk pesta perayaan atau acara yang diselenggarakan oleh etnis Tionghoa di Jawa. Awalnya, kue ini telah menjadi adat kebiasaan suku Hokkian di Semarang.

Seiring waktu, kue ini berkembang menjadi tradisi suku Tionghoa di berbagai daerah, salah satunya suku Tionghoa di Solo.

Kue moho yang nikmat disantap sembari ngopi di sore hari
Kue moho yang nikmat disantap sembari ngopi di sore hari

Cara Membuat

Adonan kue ini termasuk dalam jenis adonan ragi seperti bakpau, cakwe atau donat. Kue moho ini terbuat dari bahan dasar gandum, tape, gula pasir, dan pewarna makanan.

Untuk menciptakan kue moho yang nikmat di lidah ini, langkah pertama adalah membuat adonan biang atau induk yang terbuat dari air tape dan gandum.

Setelah didiamkan sehari semalam atau hingga mengembang, biang dicampur gula pasir sebagai pemanis. Biang yang telah mengembang harus segera diolah agar tidak kembali mengempis dan menjadi bantet.

Selanjutnya, adonan ditambahkan soda kue agar adonan lebih mengembang dan padat. Setelah itu, adonan dicetak dan dikukus selama 15 menit dengan kuali besar. Karena tidak memakai pengawet, kue moho hanya bisa bertahan dua hari.

Konon, membuat kue ini tidak boleh sembarangan. Menurut mitos yang beredar, selama proses pembuatan dilarang tidak boleh berkata-kata jelak dan harus dalam kondisi gembira.

Selain itu, wanita yang sedang datang bulan dilarang membuat kue ini karena dianggap dalam kondisi kotor. Jika dilanggar, masyarakat setempar percaya kue tidak akan merekah.

Kue moho khas Solo
Kue moho khas Solo

Rasa dan Tekstur

Tekstur kue moho terlihat seperti kue bolu kukus yang banyak dijual di pasaran dengan bagian puncak merekah seperti kuntum bunga yang mekar. Tekstur kue terbilang padat dengan rasa yang manis karena tambahan gula. Kue ini memiliki warna khas merah di bagian atasnya yang melambangkan kebahagiaan.

Secara keseluruhan, rasa kue moho serupa dengan bakpau tanpa isi namun berbentuk bolu kukus. Harga untuk satu buah kue moho ini hanya berkisar Rp 2.000 saja. Sangat murah, bukan?

Eksistensi kue tradisional ini nampaknya tak lagi terkenal di mata generasi masa kini. Terbukti, kue ini sulit ditemukan.  Jika teman-teman berkunjung ke Solo, kue ini bisa didapatkan di kawasan Keprabon dan Baluwarti. Meski tergolong “jadul”, kue moho bisa menjadi camilan lezat untuk menemani secangkir kopi atau teh di sore hari.

Bagaimana, penasaran dengan kelezatan kue “jadul” ini?

Itulah tadi informasi mengenai Kue Moho, Kue “Jadul” Khas Solo yang Penuh Makna oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Senin, 06 Juli 2020
no image

Kedai Kopi Pak Agus, Sensasi Minum Kopi di Area Pasar Bersejarah Kota Solo oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kedai Kopi Pak Agus, Sensasi Minum Kopi di Area Pasar Bersejarah Kota Solo oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Minum kopi sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang di dunia. Entah sebagai penghilang kantuk, menemani sesi bersantai atau sekadar mengobrol bersama teman, kopi menjadi minuman pendamping yang jadi favorit banyak orang.

Nah, jika travelovers sedang berada di Solo, cobalah untuk menikmati sensasi minum kopi di Kedai Kopi Pak Agus. Jangan bayangkan tempat ngopi yang instagramable dengan dekorasi unik.

Kedai Kopi Pak Agus hanya berupa kedai kecil yang dilengkapi dengan beberapa kursi agar pelanggan bisa menikmati secangkir kopi. Meski demikian, ngopi di sini tetap memberikan sensasi yang berbeda.

Suasana di Keai Kopi Pak Agus
Suasana di Keai Kopi Pak Agus

Menyajikan Sensasi yang Berbeda

Bukan di tempat strategis atau mal seperti kedai kopi masa kini. Kedai Kopi Pak Agus justru memilih pasar tradisional sebagai lokasinya.

Letaknya di area Pasar Gede Solo, tepatnya di Pasar Gede barat lantai 2. Konon, Pasar Gede merupakan pasar tradisional yang menyimpan sejarah besar bagi Kota Solo.

Pasar Gede Solo telah berdiri sejak zaman kolonial dan diresmikan sejak 1923. Jadi, kedai ini merupakan saksi bisu terjadinya peristiwa-peristiwa bersejarah di Solo sejak Indonesia belum merdeka.

Di area pasar ini juga menyediakan berbagai kuliner tradisional khas Solo yang menggoda lidah. Pengunjung pun bisa berjalan-jalan keliling pasar sembari mencicipi kuliner lokal lalu mampir ke Kedai Kopi Pak Agus untuk bersantai.

Proses roasting kopi di Kedai Kopi Pak Agus
Proses roasting kopi di Kedai Kopi Pak Agus

Arsitektur bangunan juga perpaduan antara gaya Belanda dan Jawa. Maka tak heran, pengunjung alam disuguhkan atmosfer unik yang berbeda saat menikmati secangkir kopi di kedai ini.

Selain sejaranya yang unik, area Pasar Gede yang menjadi lokasi kedai pun juga menjadi simbol toleransi antara etnis Tionghoa dan Jawa di kota batik ini. Pasalnya, masyarakat asli Jawa dan Tionghoa yang tinggal di area Pasar Gede hidup rukun.

Bahkan, pedagang di area Pasar Gede pun tak hanya didominasi oleh suku Jawa. Dengan menikmati secangkir kopi di Kedai Pak Agus, kita juga bisa merasakan atmosfer Kota Solo yang syarat akan budaya dan toleransi antar etnis.

Pengunjung pun bisa memesan aneka kudapan tradisional yang dijajakan di sepanjang pasar sembari menyerap secangkir kopi racikan ala kedai ini.

Racikan Kopi Barista Modern

Meski lokasinya berada di area pasar tradisional, kopi ala Kedai Pak Agus diracik khusus oleh barista handal. Kedai ini juga memiliki alat seduh kopi dan mesin roasting.

Jadi, kopi yang dihasilkan pun terasa nikmat dan mengandung unsur-unsur modern layaknya kopi-kopi kekinian yang sedang ngehitz.

Pilihan minuman di Kedai Pak Agus juga beragam. Ada capucinno, mochaccino, single origin, americano hingga manual brew.

Salah satu menu non-kopi yang tersedia di Kedai Kopi Pak Agus
Salah satu menu non-kopi yang tersedia di Kedai Kopi Pak Agus

Jika teman-teman tidak terbiasa minum kopi, jangan khawatir. Kedai ini juga menyediakan pilihan minuman non-kopi seperti, matcha, cokelat, dan red velvet.

Sebagai pendamping kopi, kedai ini juga menyediakan cemilan seperti kentang goreng, dimsum atau mie goreng. Namun, pemilik mempersilahkan pengunjung untuk membawa makanan dari luar agar bisa dinikmati dengan secangkir kopi racikan barista ala Kedai Kopi Pak Agus.

Harga untuk secangkir minuman pun hanya berkisar Rp 20.000 saja. Sangat terjangkau, bukan?

Cara Berkunjung

Jika ingin menikmati sensasi minum kopi di tengah nuansa tradisional ini, teman-teman bisa mengunjungi area Pasar Gede yang terletak di Jl. Suryopranoto No.19.

Lokasi kedai terletak di Pasar Gedhe Blok Buah lantai 2, tepatnya di jalan Jend. Urip Sumoharjo, Jebres, Surakarta. Kedai ini buka sekitar pukul 10.00 hingga 24.00 WIB. 

Bagaimana, teman-teman pasti penasaran rasanya menikmati secangkir kopi di tengah syahdunya Kota Solo, bukan?

Itulah tadi informasi mengenai Kedai Kopi Pak Agus, Sensasi Minum Kopi di Area Pasar Bersejarah Kota Solo oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Kamis, 02 Juli 2020
no image

Malino Kota Bunga: Sebuah Solusi Hilang dari Penat Kota Makassar oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Malino Kota Bunga: Sebuah Solusi Hilang dari Penat Kota Makassar oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kota Dingin yang Menyenangkan 

Malino merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Daerah ini merupakan salah satu wisata sejak zaman penjajahan Belanda, dan merupakan wisata akhir pekan paling diminati masyarakat Kota Makassar karena jaraknya yang lumayan dekat, sekitar 90 km dengan waktu tempuh rata-rata 1,5 jam sampai 2 jam. Malino sangat terkenal dengan wisata hutan pinus, daerah ini langganan sebagai tempat outbound atau tempat kegiatan alam beberapa himpunan kampus-kampus di Kota Makassar dan sekitarnya, juga Event tahunan yang rutin dilakukan pemerintah setempat untuk menggalakkan pariwisata daerah ini.

Beberapa objek wisata yang terkenal di Malino yakni Hutan Pinus, Air Terjun Takapala, Air Terjun Ketemu Jodoh, Wisata Malino Highland, Kebun Teh Nittoh, Lembah Biru, dan Gunung Bawakaraeng. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tempat-tempat indah di Malino, dan hal-hal menyenangkan yang bisa kalian lakukan untuk sebuah liburan singkat dan berkualitas.

Tempat parkir dan tampak orang-orang yang berlibur di malino
Tempat parkir dan tampak orang-orang yang berlibur di malino

Menikmati Malam dengan Segelas Sarabba

Saya sangat menyarankan untuk berkeliling di malam hari. Kalian bisa menikmati udara dingin pegunungan ditemani segelas Sarabba. Sarabba merupakan minuman khas Sulawesi Selatan, terutama daerah Makassar dan Gowa. Kalau Malang punya STMJ, maka Makassar punya sarabba. Minuman ini terbuat dari jahe, gula merah, santan dan tambahan rempah-rempah yang berbeda tergantung daerahnya.

Biasanya, hidangan khas yang begitu dinikmati jika berkunjung ke sini adalah sarabba ditemani mie rebus atau goreng juga jagung bakar. Jangan khawatir mencari kedai makanan, ataupun warung serba ada di sini. Di sepanjang jalan, hampir setiap rumah warga menyediakan makanan ringan, dengan selasar untuk berteduh ataupun sekadar menghangatkan badan.

Air Terjun Ketemu Jodoh
Air Terjun Ketemu Jodoh

Menyambut Pagi dengan Riuh Pasar Rakyat

Pasar Rakyat Malino merupakan tempat yang paling cocok untuk belajar dan dekat dengan warga lokal. Di sini pasarnya buka 24 jam, namun puncak keramaian biasanya di hari Minggu, mulai pukul 6 pagi. Jika berkunjung kesini di hari Minggu, kalian akan cukup beruntung mendapatkan berbagai macam buah-buahan segar dengan harga yang sangat murah. Selain itu, penjual baju-baju hangat juga hanya ada di hari minggu, sering kali berjualan di bahu jalan di sepanjang pasar ini.

Setelah menikmati keriuhan pasar dan kembali ke kota dengan segala kesibukannya, sebaiknya menikmati segelas besar cendol Malino. Tidak banyak berbeda dengan cendol pada umumnya, tapi cendol Malino memiliki adonan yang tidak berbau, dengan rasa yang lebih ringan. Selain itu kalian bisa membeli oleh-oleh khas berupa jajanan-jajanan ringan produksi rumahan. Hampir semua oleh-oleh di sini berbahan dasar gula merah, seperti dodol ketan, tengteng Malino, dan krupuk beras dengan lelehan gula merah di atasnya.

Suasana salah satu jalan di Malino
Suasana salah satu jalan di Malino

Akses dan Penginapan

Jarak dari Kota Makassar menuju Malino sekitar 90 km dan dapat ditempuh selama 1,5 sampai 2 jam perjalanan. Selain naik kendaraan pribadi seperti motor, mobil, ataupun bus (jika rombongan), kalian juga bisa ke Malino menggunakan pete-pete (sebuah transportasi umum seperti angkot dengan warna merah untuk kode Kabupaten Gowa). Pete-pete menuju Malino ini akan mengantar penumpangnya sampai di pasar rakyat Malino, letaknya persis di tengah-tengah kampung ini.

Untuk penginapan kalian tidak usah khawatir. Di sini kalian bisa menyewa kamar, atau vila dengan banyak pilihan. Mulai dari pigura “selamat datang”, kalian sudah disambut dengan kompleks vila di sebelah kiri jalan. Di depan hutan pinus juga terkenal untuk kamar dengan harga yang sangat murah, mulai 50.000 permalamnya. Jika kalian ingin menyewa vila, kalian tidak akan kesulitan menemukan vila yang cocok. Harganya bervariasi mulai Rp 800.000 â€" 2.000.000 permalamnya. Namun, jika ingin mendapatkan penginapan murah ditemani bintang, berkemah di hutan pinus menjadi salah satu pilihan yang menyajikan pengalaman menginap yang berbeda dari biasanya.

Itulah tadi informasi mengenai Malino Kota Bunga: Sebuah Solusi Hilang dari Penat Kota Makassar oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Quick Message
Press Esc to close