Breaking News
Loading...

New Design

Gallery

Post By Leable List

Recent Post

Jumat, 10 Juli 2020
no image

Kue Moho, Kue “Jadul” Khas Solo yang Penuh Makna oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kue Moho, Kue “Jadul” Khas Solo yang Penuh Makna oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Solo sebagai kota budaya nampaknya tak lagi diragukan di mata wisatawan. Selain atmosfir kotanya yang dipenuhi nuansa tradisional, kuliner zaman dulu masih bisa kita temukan di kota batik ini.

Itu sebabnya, berkunjung ke Solo nampaknya tak lengkap tanpa mencicipi kuliner lokalnya yang beragam dan menggoda lidah, salah satunya adalah kue moho. 

Kue khas Tionghoa ini bisa dibilang simbol kerukunan antar etnis Jawa dan Tionghoa di Kota Solo karena teknik pembuatannya memadukan budaya Indonesia dan Tiongkok. Selain itu, kue ini juga memiliki filosofi mendalam, loh.

Tekstur kue moho yang padat dan bentuk seperti bolu kukus
Tekstur kue moho yang padat dan bentuk seperti bolu kukus

Sejarah Kue Molo

Kue moho terdengar asing di telinga masyarakat, khsusunya generasi millennial. Pembuat kue ini pun hanya hitungan jari sehingga sulit didapatkan. Meski begitu, kue khas Tionghoa ini sudah ada sejak puluhan tahun silam, loh.

Dalam bahasa Mandarin, kue ini terkenal dengan sebuat Hwat Kwee yang memiliki arti mereka. Secara umum, kue ini mengandung makna rezeki yang melimpah. Makna tersebut tergambar di bagian puncak kue yang memiliki bentuk merekah di bagian puncaknya. 

Meski eksistensinya kian redup, kue moho ini memiliki memori tersendiri bagi para penikmatnya, khususnya kaum Tionghoa.

Kue ini biasanya disajikan untuk pesta perayaan atau acara yang diselenggarakan oleh etnis Tionghoa di Jawa. Awalnya, kue ini telah menjadi adat kebiasaan suku Hokkian di Semarang.

Seiring waktu, kue ini berkembang menjadi tradisi suku Tionghoa di berbagai daerah, salah satunya suku Tionghoa di Solo.

Kue moho yang nikmat disantap sembari ngopi di sore hari
Kue moho yang nikmat disantap sembari ngopi di sore hari

Cara Membuat

Adonan kue ini termasuk dalam jenis adonan ragi seperti bakpau, cakwe atau donat. Kue moho ini terbuat dari bahan dasar gandum, tape, gula pasir, dan pewarna makanan.

Untuk menciptakan kue moho yang nikmat di lidah ini, langkah pertama adalah membuat adonan biang atau induk yang terbuat dari air tape dan gandum.

Setelah didiamkan sehari semalam atau hingga mengembang, biang dicampur gula pasir sebagai pemanis. Biang yang telah mengembang harus segera diolah agar tidak kembali mengempis dan menjadi bantet.

Selanjutnya, adonan ditambahkan soda kue agar adonan lebih mengembang dan padat. Setelah itu, adonan dicetak dan dikukus selama 15 menit dengan kuali besar. Karena tidak memakai pengawet, kue moho hanya bisa bertahan dua hari.

Konon, membuat kue ini tidak boleh sembarangan. Menurut mitos yang beredar, selama proses pembuatan dilarang tidak boleh berkata-kata jelak dan harus dalam kondisi gembira.

Selain itu, wanita yang sedang datang bulan dilarang membuat kue ini karena dianggap dalam kondisi kotor. Jika dilanggar, masyarakat setempar percaya kue tidak akan merekah.

Kue moho khas Solo
Kue moho khas Solo

Rasa dan Tekstur

Tekstur kue moho terlihat seperti kue bolu kukus yang banyak dijual di pasaran dengan bagian puncak merekah seperti kuntum bunga yang mekar. Tekstur kue terbilang padat dengan rasa yang manis karena tambahan gula. Kue ini memiliki warna khas merah di bagian atasnya yang melambangkan kebahagiaan.

Secara keseluruhan, rasa kue moho serupa dengan bakpau tanpa isi namun berbentuk bolu kukus. Harga untuk satu buah kue moho ini hanya berkisar Rp 2.000 saja. Sangat murah, bukan?

Eksistensi kue tradisional ini nampaknya tak lagi terkenal di mata generasi masa kini. Terbukti, kue ini sulit ditemukan.  Jika teman-teman berkunjung ke Solo, kue ini bisa didapatkan di kawasan Keprabon dan Baluwarti. Meski tergolong “jadul”, kue moho bisa menjadi camilan lezat untuk menemani secangkir kopi atau teh di sore hari.

Bagaimana, penasaran dengan kelezatan kue “jadul” ini?

Itulah tadi informasi mengenai Kue Moho, Kue “Jadul” Khas Solo yang Penuh Makna oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Senin, 06 Juli 2020
no image

Kedai Kopi Pak Agus, Sensasi Minum Kopi di Area Pasar Bersejarah Kota Solo oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kedai Kopi Pak Agus, Sensasi Minum Kopi di Area Pasar Bersejarah Kota Solo oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Minum kopi sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang di dunia. Entah sebagai penghilang kantuk, menemani sesi bersantai atau sekadar mengobrol bersama teman, kopi menjadi minuman pendamping yang jadi favorit banyak orang.

Nah, jika travelovers sedang berada di Solo, cobalah untuk menikmati sensasi minum kopi di Kedai Kopi Pak Agus. Jangan bayangkan tempat ngopi yang instagramable dengan dekorasi unik.

Kedai Kopi Pak Agus hanya berupa kedai kecil yang dilengkapi dengan beberapa kursi agar pelanggan bisa menikmati secangkir kopi. Meski demikian, ngopi di sini tetap memberikan sensasi yang berbeda.

Suasana di Keai Kopi Pak Agus
Suasana di Keai Kopi Pak Agus

Menyajikan Sensasi yang Berbeda

Bukan di tempat strategis atau mal seperti kedai kopi masa kini. Kedai Kopi Pak Agus justru memilih pasar tradisional sebagai lokasinya.

Letaknya di area Pasar Gede Solo, tepatnya di Pasar Gede barat lantai 2. Konon, Pasar Gede merupakan pasar tradisional yang menyimpan sejarah besar bagi Kota Solo.

Pasar Gede Solo telah berdiri sejak zaman kolonial dan diresmikan sejak 1923. Jadi, kedai ini merupakan saksi bisu terjadinya peristiwa-peristiwa bersejarah di Solo sejak Indonesia belum merdeka.

Di area pasar ini juga menyediakan berbagai kuliner tradisional khas Solo yang menggoda lidah. Pengunjung pun bisa berjalan-jalan keliling pasar sembari mencicipi kuliner lokal lalu mampir ke Kedai Kopi Pak Agus untuk bersantai.

Proses roasting kopi di Kedai Kopi Pak Agus
Proses roasting kopi di Kedai Kopi Pak Agus

Arsitektur bangunan juga perpaduan antara gaya Belanda dan Jawa. Maka tak heran, pengunjung alam disuguhkan atmosfer unik yang berbeda saat menikmati secangkir kopi di kedai ini.

Selain sejaranya yang unik, area Pasar Gede yang menjadi lokasi kedai pun juga menjadi simbol toleransi antara etnis Tionghoa dan Jawa di kota batik ini. Pasalnya, masyarakat asli Jawa dan Tionghoa yang tinggal di area Pasar Gede hidup rukun.

Bahkan, pedagang di area Pasar Gede pun tak hanya didominasi oleh suku Jawa. Dengan menikmati secangkir kopi di Kedai Pak Agus, kita juga bisa merasakan atmosfer Kota Solo yang syarat akan budaya dan toleransi antar etnis.

Pengunjung pun bisa memesan aneka kudapan tradisional yang dijajakan di sepanjang pasar sembari menyerap secangkir kopi racikan ala kedai ini.

Racikan Kopi Barista Modern

Meski lokasinya berada di area pasar tradisional, kopi ala Kedai Pak Agus diracik khusus oleh barista handal. Kedai ini juga memiliki alat seduh kopi dan mesin roasting.

Jadi, kopi yang dihasilkan pun terasa nikmat dan mengandung unsur-unsur modern layaknya kopi-kopi kekinian yang sedang ngehitz.

Pilihan minuman di Kedai Pak Agus juga beragam. Ada capucinno, mochaccino, single origin, americano hingga manual brew.

Salah satu menu non-kopi yang tersedia di Kedai Kopi Pak Agus
Salah satu menu non-kopi yang tersedia di Kedai Kopi Pak Agus

Jika teman-teman tidak terbiasa minum kopi, jangan khawatir. Kedai ini juga menyediakan pilihan minuman non-kopi seperti, matcha, cokelat, dan red velvet.

Sebagai pendamping kopi, kedai ini juga menyediakan cemilan seperti kentang goreng, dimsum atau mie goreng. Namun, pemilik mempersilahkan pengunjung untuk membawa makanan dari luar agar bisa dinikmati dengan secangkir kopi racikan barista ala Kedai Kopi Pak Agus.

Harga untuk secangkir minuman pun hanya berkisar Rp 20.000 saja. Sangat terjangkau, bukan?

Cara Berkunjung

Jika ingin menikmati sensasi minum kopi di tengah nuansa tradisional ini, teman-teman bisa mengunjungi area Pasar Gede yang terletak di Jl. Suryopranoto No.19.

Lokasi kedai terletak di Pasar Gedhe Blok Buah lantai 2, tepatnya di jalan Jend. Urip Sumoharjo, Jebres, Surakarta. Kedai ini buka sekitar pukul 10.00 hingga 24.00 WIB. 

Bagaimana, teman-teman pasti penasaran rasanya menikmati secangkir kopi di tengah syahdunya Kota Solo, bukan?

Itulah tadi informasi mengenai Kedai Kopi Pak Agus, Sensasi Minum Kopi di Area Pasar Bersejarah Kota Solo oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Kamis, 02 Juli 2020
no image

Malino Kota Bunga: Sebuah Solusi Hilang dari Penat Kota Makassar oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Malino Kota Bunga: Sebuah Solusi Hilang dari Penat Kota Makassar oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kota Dingin yang Menyenangkan 

Malino merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Daerah ini merupakan salah satu wisata sejak zaman penjajahan Belanda, dan merupakan wisata akhir pekan paling diminati masyarakat Kota Makassar karena jaraknya yang lumayan dekat, sekitar 90 km dengan waktu tempuh rata-rata 1,5 jam sampai 2 jam. Malino sangat terkenal dengan wisata hutan pinus, daerah ini langganan sebagai tempat outbound atau tempat kegiatan alam beberapa himpunan kampus-kampus di Kota Makassar dan sekitarnya, juga Event tahunan yang rutin dilakukan pemerintah setempat untuk menggalakkan pariwisata daerah ini.

Beberapa objek wisata yang terkenal di Malino yakni Hutan Pinus, Air Terjun Takapala, Air Terjun Ketemu Jodoh, Wisata Malino Highland, Kebun Teh Nittoh, Lembah Biru, dan Gunung Bawakaraeng. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tempat-tempat indah di Malino, dan hal-hal menyenangkan yang bisa kalian lakukan untuk sebuah liburan singkat dan berkualitas.

Tempat parkir dan tampak orang-orang yang berlibur di malino
Tempat parkir dan tampak orang-orang yang berlibur di malino

Menikmati Malam dengan Segelas Sarabba

Saya sangat menyarankan untuk berkeliling di malam hari. Kalian bisa menikmati udara dingin pegunungan ditemani segelas Sarabba. Sarabba merupakan minuman khas Sulawesi Selatan, terutama daerah Makassar dan Gowa. Kalau Malang punya STMJ, maka Makassar punya sarabba. Minuman ini terbuat dari jahe, gula merah, santan dan tambahan rempah-rempah yang berbeda tergantung daerahnya.

Biasanya, hidangan khas yang begitu dinikmati jika berkunjung ke sini adalah sarabba ditemani mie rebus atau goreng juga jagung bakar. Jangan khawatir mencari kedai makanan, ataupun warung serba ada di sini. Di sepanjang jalan, hampir setiap rumah warga menyediakan makanan ringan, dengan selasar untuk berteduh ataupun sekadar menghangatkan badan.

Air Terjun Ketemu Jodoh
Air Terjun Ketemu Jodoh

Menyambut Pagi dengan Riuh Pasar Rakyat

Pasar Rakyat Malino merupakan tempat yang paling cocok untuk belajar dan dekat dengan warga lokal. Di sini pasarnya buka 24 jam, namun puncak keramaian biasanya di hari Minggu, mulai pukul 6 pagi. Jika berkunjung kesini di hari Minggu, kalian akan cukup beruntung mendapatkan berbagai macam buah-buahan segar dengan harga yang sangat murah. Selain itu, penjual baju-baju hangat juga hanya ada di hari minggu, sering kali berjualan di bahu jalan di sepanjang pasar ini.

Setelah menikmati keriuhan pasar dan kembali ke kota dengan segala kesibukannya, sebaiknya menikmati segelas besar cendol Malino. Tidak banyak berbeda dengan cendol pada umumnya, tapi cendol Malino memiliki adonan yang tidak berbau, dengan rasa yang lebih ringan. Selain itu kalian bisa membeli oleh-oleh khas berupa jajanan-jajanan ringan produksi rumahan. Hampir semua oleh-oleh di sini berbahan dasar gula merah, seperti dodol ketan, tengteng Malino, dan krupuk beras dengan lelehan gula merah di atasnya.

Suasana salah satu jalan di Malino
Suasana salah satu jalan di Malino

Akses dan Penginapan

Jarak dari Kota Makassar menuju Malino sekitar 90 km dan dapat ditempuh selama 1,5 sampai 2 jam perjalanan. Selain naik kendaraan pribadi seperti motor, mobil, ataupun bus (jika rombongan), kalian juga bisa ke Malino menggunakan pete-pete (sebuah transportasi umum seperti angkot dengan warna merah untuk kode Kabupaten Gowa). Pete-pete menuju Malino ini akan mengantar penumpangnya sampai di pasar rakyat Malino, letaknya persis di tengah-tengah kampung ini.

Untuk penginapan kalian tidak usah khawatir. Di sini kalian bisa menyewa kamar, atau vila dengan banyak pilihan. Mulai dari pigura “selamat datang”, kalian sudah disambut dengan kompleks vila di sebelah kiri jalan. Di depan hutan pinus juga terkenal untuk kamar dengan harga yang sangat murah, mulai 50.000 permalamnya. Jika kalian ingin menyewa vila, kalian tidak akan kesulitan menemukan vila yang cocok. Harganya bervariasi mulai Rp 800.000 â€" 2.000.000 permalamnya. Namun, jika ingin mendapatkan penginapan murah ditemani bintang, berkemah di hutan pinus menjadi salah satu pilihan yang menyajikan pengalaman menginap yang berbeda dari biasanya.

Itulah tadi informasi mengenai Malino Kota Bunga: Sebuah Solusi Hilang dari Penat Kota Makassar oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sabtu, 27 Juni 2020
no image

Serunya Berwisata ke Tamansari Yogyakarta oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Serunya Berwisata ke Tamansari Yogyakarta oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Yogyakarta memang pantas menyandang julukan istimewa. Selain terkenal akan keramahan warga dan kekentalan budayanya, Yogyakarta juga menyimpan sejuta tempat wisata yang indah. Selain keraton yang sangat terkenal sebagai ikon dari Kota Yogyakarta, juga terdapat wisata lain yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi yaitu Tamansari. Letaknya berdekatan dengan Keraton Yogyakarta. Bisa terbilang masih satu kompleks.

Konon Tamansari merupakan tempat pemandian para putri kerajaan. Lokasi Tamansari ini tidak jauh dari komplek keraton dan Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Apabila temanâ€"teman malas untuk berjalan kaki kalian dapat memanfaatkan jasa becak yang biasanya memasang harga Rp 10.000. Kalian dapat berkeliling ke tiga tempat wisata yaitu Keraton Yogyakarta, Alun-Alun Kidul Yogyakarta dan Tamansari. Untuk dapat masuk ke komplek wisata Tamansari teman-teman hanya cukup membayar Rp 5.000 untuk wisatawan lokal. Seharga Rp 1.000 untuk tiket akses menggunakan kamera digital di dalam kawasan wisata. Bagi temanâ€"teman yang akan berkunjung ke Tamansari sebaiknya datang di pagi hari, agar lebih puas dan dapat mengeksplor semua wisata yang ada. Objek wisata ini akan di tutup pada pukul 15.30 WIB. 

Selain sebagai pemandian para putri dan ratu kerajaan, di kawasan Tamansari teman-teman juga dapat menikmati beberapa objek wisata lainnya, seperti Masjid Bawah Tanah dan Wisata Tebing. Destinasi ini menjadi salah satu tujuan lainnya karena bangunannya yang instagramable.

Wisata tebing Instagramable di Tamansari 2
Wisata tebing Instagramable di Tamansari

Di Masjid Bawah Tanah teman-teman dapat menikmati arsitektur masjid yang sangat unik di mana bagian lantai dasarnya berada di bawah tanah. Sementara untuk bangunan lantai 2 mulai muncul ke permukaan tanah. Selain pemandian, Masjid Bawah Tanah memang merupakan salah satu objek yang paling banyak diminati pengunjung ketika berkujung ke Tamansari. Hal ini dikarenakan arsitekturnya yang sangat unik. Tak jarang pengunjung banyak yang datang karena penasaran dengan masjid yang konon berada di bawah tanah tersebut. Selain itu objek wisata “tebing” yang juga masih berada di komplek wisata Tamansari juga merupakan salah satu spot favorit pengunjung. Keindahan arsitektur bangunannya termasuk dalam salah satu spot yang instagramable.

Bagi teman-teman yang mencari buah tangan tidak perlu khawatir karena di sepanjang jalan perkampungan yang lokasinya berdampingan dengan objek wisata Tamansari juga banyak menawarkan oleh-oleh khas Yogyakarta seperti baju batik, baju lukis khas Yogya, jajanan khas Yogya dan masih banyak lagi. Bagi yang tertarik belajar membatik dapat memanfaatkan beberapa jasa tukang batik di sekitar perkampungan.  

Kolam Pemandian di Tamansari
Kolam Pemandian di Tamansari

Oh iya, karena Tamansari adalah sebuah objek pariwisata yang terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dan lokal tentunya untuk segi fasilitas umum tidak perlu diragukan lagi. Bagi wisatawan muslim juga tidak perlu khawatir karena terdapat masjid di sekitar kawasan wisata. Bagi teman-teman yang ingin bermalam tentu juga tidak perlu khawatir karena Yogyakarta adalah kota yang ramah akan penginapan. Mulai dari harga backpacker hingga sekelas hotel bintang lima akan sangat mudah ditemui di Yogyakarta.

Objek wisata legendaris lainnya yang masih berdekatan dengan kompleks wisata Tamansari selain Keraton Yogyakarta adalah Malioboro, sebuah jalanan yang semakin malam semakin hangat suasananya ditambah lantunan musik gamelan di sepanjang jalanan Malioboro.

Pintu Masuk Wisata Tamansari
Pintu Masuk Wisata Tamansari

Di Malioboro temen-temen dapat berfoto di spot foto legendaris yaitu papan jalan bertuliskan Jl. Malioboro. Karena Malioboro adalah surganya oleh-oleh jadi pandai-pandailah dalam memilih dan menawar buah tangan. Setau saya untuk harga kaos bertuliskan Yogyakarta paling murah yaitu Rp 14.000.

Selain oleh-oleh yang murah-murah, Yogyakarta adalah surganya angkringan. Buat kalian yang penasaran dengan nasi kucing khas angkringan Yogyakarta, kalian dapat menikmati nasi kucing yang dijual di sepanjang Maliobro dengan harga Rp 2.500 dan gorengan mulai Rp 500-1.000. Woooww worth it sekali untuk backpacker seperti saya. Oh iya, konon belum ke Yogya rasanya jika belum makan gudeg, temen-temen dapat menikmati nasi gudeg khas Yogyakarta di sekitar Jalan Malioboro dengan harga Rp 15.000. Selamat menikmati kota istimewa buddies.

Itulah tadi informasi mengenai Serunya Berwisata ke Tamansari Yogyakarta oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Rabu, 17 Juni 2020
no image

Indahnya Pulau Sirandah Bikin Betah oleh - masakmedan.online

Halo sahabat selamat datang di website masakmedan.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Indahnya Pulau Sirandah Bikin Betah oleh - masakmedan.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bicara soal daerah Sumatra Barat, tentunya tak lepas dari berbagai macam wisata, baik wisata budaya, alam, kuliner, bahari dan lainnya.  Waktu itu saya memilih untuk mengunjungi wisata bahari yang bernama Pulau Sirandah. Pulau ini merupakan salah satu pulau yang ada di Padang.

Pulau ini tepatnya berlokasi di Kecamatan Bungus, Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Banyak pantai dan pulau-pulau yang bisa kita kunjungi di Kota Padang, dengan segala kekayaan dan keunikannya. Namun, pulau ini termasuk pulau terindah yang ada di Sumatra Barat.

Kami mengunjungi pulau ini, karena memilih paket wisata yang sudah disediakan agen travel di sekitar lokasi wisata tersebut. Fasilitas yang diberikan ada pemandu wisata, kapal pulang pergi ke 2 pulau yaitu Pulau Sirandah dan Pulau Pasumpahan. Kita tak membahasa kedua pulau namun akan membahas satu pulau saja yang bernama Sirandah.

air laut nan jernih dan pemandangan yang asri.

Sebelum menuju ke sana, di dermaga kami bersiap-siap dengan segala sesuatunya, seperti memakai pelampung yang sudah disediakan oleh pemilik kapal. Kapal pun dihidupkan dan itu pertanda bahwa kami akan segera berangkat, menyebrang menuju destinasi wisata.

Waktu yang dibutuhkan menuju pulau tersebut kurang lebih sekitar 30 menit. Sudah tak sabar rasanya ingin melihat keindahan pulau yang ada di sini. Dari atas kapal kita bisa menikmati pemandangan laut, keindahan pemandangan di kanan dan kiri laut disertai deburan dan ayunan ombak dari atas kapal. Kita juga bisa menikmati pemandangan dari ikan-ikan yang bermunculan di permukaan laut. Seolah menyapa di sepanjang perjalanan menuju ke sana.

Jika pulau ini kita lihat dari atas ketinggian, berupa gambar love berwarna hijau. Gambar love tersebut akibat tumbuhan yang tumbuh subur di sekitar pulau. Dari kejauhan akan tampak jajaran tulisan besar yang bertuliskan “Sirandah Island”  berwarna merah. Setiba di sana, kami semua dibuat kagum dengan segala pesona, pasir putih dan airnya yang biru. Fasilitas yang tersedia menambah lengkapnya keindahan pulau yang satu ini. Kami pun segera turun dari kapal secara bergantian.

Ada jembatan yang cukup panjang untuk kami lalui ketika sampai di lokasi. Sebelum menikmati berbagai fasilitasnya, kami duduk sejenak di gazebo yang tersedia di sepanjang garis pantai sambil menikmati indahnya pantai.

deburan ombak ketika di dalam perjalanan.

Setelah melepas penat, kami segera menjelajahi pulau tersebut. Fasilitas di sini terbilang cukup bervariasi. Ada beberapa tempat penginapan (cottage) mini dan unik dengan warna-warna menawan di sepanjang bibir pantai. Penginapan ini disediakan bagi pengunjung yang ingin bermalam di pulau ini. Ada camp area bagi yang ingin mengadakan kegiatan perkemahan, musala, kamar mandi, warung-warung yang menjual aneka makanan dan minuman serta berbagai souvenir khas daerah ini.

Selain itu, juga tersedia berbagai fasilitas permainan di air,  seperti wahana permainan anak berupa perosotan air, banana boat, jetski, speedboat, flying boat, dan donat boat. Masing-masing dikenakan tarif berbeda sesuai apa yang kita pilih. Akhirnya kami pun berpencar, ada yang hanya sekedar berfoto di spot-spot foto yang menarik dan cukup bervariasi, ada yang sibuk mencari kerang-kerangan di pinggir pantai atau bahkan bermain wahana ekstrem di air.

Pulau Sirandah.

Ada satu lagi yang belum sempat kami kunjungi, yaitu Pulau Penyu. Dinamakan demikian karena menyerupai bentuk penyu yang berada di belakang Pulau Sirandah. Walaupun kami tidak menginap di sini, namun kami sangat menikmati pengalaman seru ini. Hanya satu yang kami sayangkan karena tidak memiliki waktu panjang untuk menikmati keindahan pulau ini. Mudahan-mudahan lain kali kami bisa berkunjung lagi ke sini.

Jika kalian ingin menikmati suasana pantai yang masih alami dan asri, ya di sini tempatnya. Recommended dan gak rugi deh, pokoknya bikin betah. Tapi, yang harus diingat jika bermain fasilitas air harap berhati-hati, ya! Tetap stay safe! Jadi, kapan mau ke sini?

Itulah tadi informasi mengenai Indahnya Pulau Sirandah Bikin Betah oleh - masakmedan.online dan sekianlah artikel dari kami masakmedan.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Main Post

Quick Message
Press Esc to close